mirip ya?

Standar

kemarin liat mobil frontal dari belakang, tak kira mobil keren ecosport: 21, eh gak taunya nissan grand livina: Nissan-Grand-Livina-facelift-rear

tail lamp kedua mobil ini memang mirip ya kalo dilihat frontal dari belakang. apalagi kalau ecosport nya dimodif ngga pake ban serep di belakang macam ni:
Modifikasi-Ford-EcoSport

(pengen test drive ford ecosport…)

design language

Standar

design language or design vocabulary is an overarching scheme or style that guides the design of a complement of products or architectural settings. Designers wishing to give their suite of products a unique but consistent look and feel define a design language for it, which can describe choices for design aspects

– http://en.wikipedia.org/wiki/Design_language

Akhir-akhir ini jadi lebih mengamati perkembangan roda empat (pengin naik kelas lagi dari picanto :D, ciyeee). Jadinya lebih sering merhatiin kendaraan roda empat yang seabrek-abrek di macetnya Jakarta.

Sebenernya lebih banyak merhatiin desain eksteriornya sih, dan lalu menyimpulkan bahwa makin ke sini, merek-merek mobil jadi lebih kentara design language nya.

Design language, seperti pengantar di atas, memberikan ciri tertentu terhadap sebuah produk. Perusahaan seperti Apple dari dulu sudah menyadari konsep ini dan selalu berusaha memberikan ciri unik yang mudah sekali dikenali untuk setiap produknya.

Di sinilah peran Johny Ive yang digandeng langsung oleh Steve Jobs, memberikan sentuhan industrialis pada desain produk Apple. Ciri produk Apple akan mudah dikenali, baik hardware maupun software. Masih ingat booming interface Aqua pada MacOS X yang dibarengi desain eyecandy nya iMac?

iMac g4 running Aqua Mac OS X

iMac g4 running Aqua Mac OS X

Makin ke sini, makin banyak perusahaan menerapkan design language yang khas, seperti Microsoft dengan Modern UI nya, dan Android dengan Holo. (eh, mulai Android L sepertinya mereka punya design language baru).

Di otomotif, dari dulu sebenarnya banyak merek mobil yang sudah menerapkan ciri khas untuk produk mereka. Contoh paling prominent adalah di grill. Banyak merek mobil punya ciri khas grill sendiri yang membuat mobil mereka mudah dikenali:

– BMW dengan kidney grill nya BMW-Kidney-Grille

– Alfa Romeo dengan grill perisai alfaro_giulietta4

– Volvo dengan garis menyilang 2012-volvo-xc60-front-grill

– KIA dengan Tiger Nose nya: 2011-02-14-15-56-09

dan masih banyak lagi seperti Dodge, Mitsubishi, Acura, Bugatti masing-masing punya ciri khas grill sendiri. Bahkan Nissan sekarang baru menerapkan grill dengan garis U nya secara konsisten ke produk-produknya.

Nah, makin ke sini, design language sebuah produk makin menyentuh produknya secara keseluruhan, bukan cuma di emblem dan grill nya saja.

Hyundai punya design language yang disebut Fluidic Sculpture. Desainnya meliputi kurva yang terlihat organik. Berusaha meninggalkan kesan kaku dan menyudut, lebih menyerupai ukiran karya seni. Terlihat di Hyundai Tucson dan Santa Fe (yang sebenernya mirip-mirip) dan Hyundai Sonata. Lampu trapezoid cenderung elips, gril berkontur dan garis bodi melengkung tapi tegas.

Hyundai_Tucson_IX_2010santweebb

Ford punya Kinetic Design: Lampu depan menyipit tertarik ke belakang, grill melebar ke bawah, lampu belakang tinggi, menyiratkan ‘energy in motion‘. Terlihat jelas di Fiesta, Focus dan Ecosport terbaru.

2014-ford-focus-1 2014-ford-fiesta-5dr-hb-titanium-angular-front-exterior-view_100434242_s

BMW ternyata punya ciri khas tersendiri pula yang mencakup bukan hanya kidney grill. ‘Hofmeister Kink’ adalah lekukan di pilar C (atau pilar paling belakang) yang menyudut ke depan. Lalu ada desain lampu belakang berbentuk L (yang kemudian banyak ditiru Outlander Sport dan Mobilio, hihihi). Semuanya menyiratkan identitas konsisten dari mobil BMW.

bmw-design-features-hofmeister-kink bmw-design-features-rear-lights

Honda juga sudah mulai menerapkan ‘Exciting H Design’ di produknya. Jargonnya adalah ‘High Tech, High Tension, High Touch’. Cirinya: ‘Solid Wing Face’, desain grill rendah di tengah, kemudian meninggi ke samping, menyatu lampu depan. ‘Athlete Form’, siluet mobil yang lebih dinamis dan (sedikit) lebih agresif.

c2_img01 c1_img01

Banyak jargonnya ya? Ya iyalah namanya juga bahasa desain. Seru juga lama-lama mencermati desain-desain khas otomotif. Dari dulu juga sudah suka desain Jaguar dan Aston Martin yang cenderung konsisten dan elegan. Sekarang suka desainnya Audi. Makin kesini banyak lagi yang paham pentingnya design language sebagai bagian dari brand recognition.

Nanti kita bikin desain otomotif sendiri ya 🙂

just my two cents.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

imho, r25 kok bau honda?

Standar

lagi rame di ranah blog pada bahas spyshot r25. foto-foto gamblang dari mas aripitstop dan wak haji tmcblog jadi buzzword bahkan sampe tercantum di visordown dan asphalt and rubber.

tapi entah kenapa, saya kok merasa ini motor bau honda yah. maksudnya? ada garis desainnya honda di motor ini.

perhatikan spyshot yang dicolong dari mas aripitstop berikut, lihat fairing yang dilingkari merah:

r25

imho, ini garis desain mirip banget sama cbr500 / cbr400 series. perhatikan:

cbr500

ini lagi, mirip cbr650f:

CBR650F

lagi-lagi mirip vario wtf (maksa :D) :

honda-vario-techno-125-cbs-iss-black

lebih maksa lagi mirip blade :

img00280201108171450

lihat fairing sampingnya deh. garis itu jelas terbaca. kalau dilihat dari sebelah kanan seperti huruf ‘Z’.

pun lihat lagi gambar paling atas. tulisan r25 merah di latar belakang hitam. sekilas mirip emblem cbr dan striping khas honda.

buntutnya pun mirip banget sama cbr150r / cbr250r, meski tanpa tanduk, tapi lihat pola plastik glossy nya:

wpid-10271560_787888904554918_4937436269853444421_n

mirip?

Honda-CBR150R-Tricolor-Edition2cbr250r

nah. itu yang membuat saya merasa, r25 ini kok desain nya bau honda. cuma memang mungkin r25 lebih tajam dan agresif khas yamaha. overall, saya merasa r25 ini memang cakep kok.

saya maksa dimirip-miripin? mungkin. yang namanya desain kan subjektif, tergantung orang yang melihat.

tapi mungkin benar juga yang pernah dibilang, bahwa desain motor sekarang ya gitu-gitu aja. sport 150cc ke atas ya ada tangkinya plus shroud (cbsf, nvl, nmp, byson, tiger, scorpio, pulsar, ninja naked, z series), kalo matik retro ya membulat (scoopy, fino, suzuki lets), matik sport entry level ramping (mio, beat), matik mid rada gambot (vario, xeon)

well anyway, ini artikel pendapat pribadi aja sih. monggo dibakar 😀 muehehehehe.

just my two cents.

Kelembaman

Standar

Dari wikipedia :

Inertia is the resistance of any physical object to any change in its state of motion (including a change in direction). In other words, it is the tendency of objects to keep moving in a straight line at constant linear velocity.

Dari wikipedia bahasa indonesia :

 Inersia atau kelembaman adalah kecenderungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. Secara numerik, ini diwakili oleh massa benda tersebut.

 

Image

Semalem baru saja boncengin nyonya, pulang kerja di jalanan Jakarta jam setengah sepuluh malem. Surprisingly lancar. Kalau biasanya naik fenrir sendiri, mungkin bisa dapet speed 90 kpj. Tapi semalem, hanya berani topspeed 60+ kpj. Kondisinya adalah naik xavi dan boncengin nyonya.

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh, kenapa topspeednya hanya berani segitu adalah inersia. Tentu saja berpengaruh soal keselamatan. Teorinya begini: semakin besar massa suatu benda, maka inersia nya juga semakin besar.

Bobot saya 65kg (estimasi), nyonya 48kg (estimasi). Kalau digabung jadi 113kg. Dengan bobot penumpang segini (belum termasuk helm, jaket nyonya yang tebel dan barang bawaan seperti tas), maka si xavi tentu saja menjadi lebih sulit untuk dikendalikan.

Pada lintasan lurus, kami (xavi + saya + nyonya + barang bawaan) total berbobot lebih dari 200 kg tentu saja lebih stabil. Namun kondisi jalan tentu tidak memungkinkan untuk terus bergerak lurus beraturan. Akan ada saatnya untuk berpindah jalur secara cepat dan mengurangi kecepatan. Nah, inersia ini yang menyebabkan akan butuh usaha dan gaya yang lebih besar untuk berpindah jalur atau mengurangi kecepatan.

Contoh paling berpengaruh adalah soal pengereman. Saya sebisa mungkin melakukan pengereman sehalus mungkin. Dengan bobot yang bertambah, tentu usaha (force) yang dibutuhkan untuk mengerem akan lebih besar atau memerlukan jarak yang lebih jauh dibandingkan jika berkendara sendiri.

Dengan memperhitungkan bobot dan jarak pengereman beserta seberapa besar tekanan pada tuas rem, tentu saja saya harus sigap jika terpaksa harus mengerem mendadak. Dengan gaya yang besar secara tiba tiba, tentu saja berpotensi menimbulkan tekanan yang lebih besar. Kampas rem bisa lebih cepat aus. Teori sederhananya sih begitu.

Image

Semakin besar massa, semakin besar inersia, semakin besar pula gaya yang diperlukan untuk mengubah vektor dari benda tersebut. Makanya saya hanya berani speed 60kpj. Cukup berasa berat untuk mengendalikan si xavi pada bobot dan kecepatan segitu kalau kondisinya mbonceng nyonya 😀 padahal kalo sendirian pernah dapet top speed 100 kpj pake xavi. Kalau pake fenrir? mungkin dapet 108 kpj.

 

Sebenarnya inersia hanya salah satu faktor yang berpengaruh sekali terhadap handling. Makin lama makin banyak belajar bahwa handling itu adalah faktor penting dalam bike dynamics. Bukan cuma top speed.

Just my two cents. Semoga bermanfaat.

the european education system

Standar

found this gem at 9gag (http://9gag.com/gag/aEwO2qo)

made me think. our nation is controlled by only a few rich-men. those few rich-men is controlled by money, to sacrifice the most of us. they keep us stupid, even too stupid to realize the whole scheme, only to protect the control of the rich-men themselves.

aEwO2qo_460s_v2

it’s not just for the americans. we indonesians suffer from this so called “massive stupefying” day in and day out.

pembodohan massal sedang terjadi di masyarakat kita.

think about it.

unpopular opinion puffin

Standar

image

di dunia meme ada yang namanya unpopular opinion puffin. digunakan untuk menyatakan pendapat yang kurang populer (well duh!). tapi bukan jadinya anti mainstream.
aku punya pendapat yang mungkin cocok disebut unpopular.
aku suka bentukan dan stylingnya honda cs1. menurutku keliatan modern.

image

liat double keen headlightnya yang terintegrasi sama visornya. liat lampu senjanya yang terintegrasi sama lampu sein. liat spidometernya yang full digital. ada takometer dan penunjuk giginya. liat footstep dan tuasnya. liat monoshocknya. semuanya styling sport modern, tapi rangka dan ergonomi nya bebek.

image

tapi pendapat populer di indonesia adalah ini motor wagu, banci antara sport dan bebek. ayago aja bukan. malah dicaci mirip domba garut.
buat aku, cs1 itu hybrid yang modern dan slim. cakep.

image

lalu honda freed. lah kok si nyonya ngga suka bentuknya. aneh katanya.
padahal buat aku, styling freed itu elegan, streamline, fungsional. dulce et utile. form follows function. dengan desain simpel, bersih tapi tetap cantik.
satu lagi, liat deh dashboardnya. mewah cuy.

image

anyway. it’s just a matter of personal opinion aja sih. dan mungkin akan jadi pendapat yang kurang populer.
aku ngga anti mainstream lho. cuma menyuarakan pendapat aja.
just my two cents.

menanti si xavi

Standar

Jadi biasanya kalau postingan pertama itu isinya “hello world!”, standarnya wordpress. Kali ini enggak ah.

Pada saat postingan ini ditulis, adalah tentang seorang komuter yang sedang menunggu si Xavi.

Xavi siapa sih?

Well, saya adalah seorang komuter di Jakarta. Pekerja kantoran. Tadinya mengendarai sebuah Bajaj Pulsar 135 LS yang awalnya saya beri nama Baby Fenrir. Seiring waktu, namanya diganti jadi Fenrir supaya nggak manja. Long story short karena satu dan lain hal, si Fenrir harus dipensiunkan. Kapan-kapan saya akan cerita tentang Fenrir. Janji 🙂

Nah, si Xavi ini adalah penerusnya Fenrir yang akan bertugas menemani saya berkomuter. Wujudnya? sebuah Honda Supra X 125 PGM FI Helm In berwarna Imperial Black.

Dari motor batangan ke bebek lagi 😀

Mohon doanya ya buat kami. Semoga langgeng dan bisa berpetualang jauh lebih hebat dan membawa berkah menuju ridha Ilahi 🙂

Insya Allah sambung lagi next post ya. Semoga blognya istiqamah. Aamiin.

Salam,

Xavi Ride.